Ditulis oleh adminrefanes pada 8th January 2010

“EKOSISTEM BISNIS” REFANES

Ada perbedaan mendasar antara konsep “ekosistem bisnis (business ecosystem)” dan “model bisnis (business model)”.  Model  Bisnis biasanya terdiri dari dua unsur utama: apa yang dilakukan bisnis, dan bagaimana membuat uang dengan bisnis. Ini adalah sebuah sistem tertutup. Sedangkan sebuah ekosistem bisnis merupakan konsep jaringan perusahaan, himpunan positif hubungan (simbiosis) antara aktor yang bekerja bersama-sama di sekitar sebuah aktivitas bisnis inti.

Pada banyak kesempatan REFANES senantiasa menggunakan terminologi “ekosistem bisnis” untuk menggambarkan konsep bisnis yang dinamis, terbuka, ramah dan berorientasi pada manfaat seluas-luasnya. Seperti sebuah kolam yang semakin luas, asri, sehat dan produktif. Semua komponen di dalamnya merasa nyaman dan merasa memerlukannya, merasa bagian dari ekosistem kolam tersebut.  Ada air, oksigen, rumput, ikan, katak, dan berbagai tipikal komponen lainnya. Kolam tersebut terbuka dan senang setiap bertambahnya anggota yang masuk, semakin dinamis dan hidup. REFANES adalah kolam bisnis kita bersama : produsen, supplier, makloon, distributor, agen, sub-agen, penjual lepas, sampai konsumen. Ekosistem bisnis ini tidak akan jalan jika tidak ada kesepahaman visi, keragaman potensi dan kemauan untuk berkembang bersama-sama dengan yang lain. Ia bukanlah sebuah ‘kerajaan’  yang hendak hidup terpisah di atas bukit, tertutup dan tidak berbagi kejayaan dengan yang lain.

Tahun 2010, REFANES mencanangkan misi dengan tag line : “Lebih global, Lebih besar dan Lebih hemat”. Misi tersebut merupakan harapan besar keinginan memberi manfaat yang seluas-luasnya dan sebesar-besarnya, mengajak semua pihak bergabung untuk ikut berkembang bersama dengan cara yang mudah dan se-efisien mungkin. Peluang daya serap produk REFANES masih sangat potensial, yang artinya masih banyak pula potensi finansial dan sosial yang bisa dikembangkan. Inilah stimulus awal mengapa Kami sangat ingin sebuah diskusi terbuka dengan semua pihak melalui event ‘REFANES Open House’, 14 Februari 2009, di wisata kuda Pakuhaji, Bandung Barat.

Keberkahan bisnis REFANES semestinya tidak selalu diukur dari kacamata finansial, akan tetapi lebih kepada seberapa besar kemanfaatan dirasakan oleh banyak orang.  Oleh karena itu, kemanfaatan yang paling besar tentunya harus berorientasi kepada kemanfaatan bagi konsumen pula. Transaksi jual beli produk REFANES harus memberi value lebih tidak hanya menukar uang dengan barang yang diingini. Ada sisi edukasi bagi anak-anak untuk belajar tampil syar’i, ada juga dorongan untuk ikut beramal dengan 1% harga jual untuk yatim piatu. Selain itu, REFANES baru-baru ini membuka kerjasama dengan salah satu supplier kain nasional dengan kesepakatan memakai bahan-bahan yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi kulit anak sesuai standar internasional. Meskipun sedikit mahal, tapi Kami merasa nyaman karena inilah yang ingin Kami berikan pada konsumen sebagai bagian ekosistem bisnis paling penting.

Oleh : Agus Widodo (CEO Refanes)

ceo@refanes.com

Belum ada komentar!

Silahkan tulis komentar